Langsung ke konten utama

Puisi Secarik Perjuangan - Resha Yuwanda "Psikologi '2020' Universitas Negeri Padang"


Secarik Perjuangan

Karya: Resha Yuwanda

Kembali ku kenang

Ribuan nyawa yang hilang

Dikala hunusan pedang

Teriakan perjuangan itu terngiang

 

Ditengah tangisan bangsa

Kobaran perjuangan itu membara

Membakar rasa sakit

Tak ada bedanya malam dan siang

 

Wajah tak kenal lelah

Berteriak dengan lantang

Dulu ia pernah sembunyi

Namun sekarang senapan itu tak lagi ditakuti

 

Tepat dikala teriakan merdeka

Sang saka terpampang gagah

Wujud nyata perjuangan

Dari pahlawan di album usang

 

Dangung-Dangung, 27 Agustus 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen Mengeluh Adalah Passion - Alipah Siti Nuradita "Psikologi '2021' Universitas Negeri Padang"

  Mengeluh Adalah Passion Bapak terduduk di teras rumah, meminum kopi yang dibuatnya sendiri. Tersenyum tenang memperlihatkan garis halus tanda kulitnya dimakan waktu. Bapak Suryadi yang sekarang tubuhnya tidak lagi tegap seperti dahulu. Rambut bapak mulai memutih dan lingkaran bawah matanya, kian membesar dari masa kemasa. “Kuliah mas, gimana?” Tanya pria paruh baya saat anaknya itu duduk di sampingnya. Anak sulungnya yang kini beranjak usia dua puluh tahun itu menghela nafas panjangnya, seperti membawa beban begitu berat di pundaknya. Namanya Jagat Dermaga Prabumi. Jagat sedikit jenuh, jujur baginya semester lima ini, membuat sedikit tidak bersemangat. Beban yang dipikul semester lima ini cukup berat. Tugas-tugas yang silih berdatangan beranak pinak pula, tuntutan mata kuliah, pemilihan peminatan atau spesialisasi, dan dibayangi oleh pemilihan tema tugas akhir. Kalau kata Jagat, ‘Tuhan bersama mahasiswa semester lima’ Tatapi Jagat, tidak pernah mengeluh sedikit pun ke...

Puisi Permainan Waktu - Resha Yuwanda "Psikologi '2020' Universitas Negeri Padang"

Permainan waktu     Perlahan waktu merenggut segalanya Yang patah mulai tumbuh Yang hilang mulai terganti Yang dekat mulai teralih   Dikala detak enggan berdetik Kaki enggan melangkah Namun aku tak mampu berbalik Tubuh ini terlalu lemah   Kukira pelangi ada dibalik hujan Nyatanya tak pernah muncul Bahkan jingga enggan menyapa Namun tak apa ... Biarkan waktu yang berkata