Langsung ke konten utama

Cerpen Jiwa yang Samar - Zahra Zakiah

 

Jiwa Yang Samar

Karya : Zahra Zakiah

 

Kehiruk-pikukan dunia membuatnya kehilangan arah, dia telah melalui berbagai macam jalan untuk menemukan siapa dirinya. Dia selalu bertanya kepada tuhan kenapa dia di lahirkan berbeda. Dia telah menempuh jalan yang telah dilalui banyak orang tetapi itu membuatnya menjadi seorang robot yang di perbudak, dia mencoba untuk menempuh jalan yang dibuatnya sendiri, tapi malah membawanya menuju ujung dunia yang terus menyiksanya tanpa henti…

Yaa…. Itulah dia RainB

RainB adalah seorang anak yang dilahirkan tanpa jati diri yang jelas. Tidak seperti kebanyakan  manusia lainnya, dia dilahirkan tanpa tujuan dan arah yang akan membawanya. RainB adalah seorang anak yang memiliki kepribadian berbeda. Tuhan hanya menciptakannya dengan cara yang spesial. Tuhan memberikan begitu banyak perbedaan antara dia dan manusia  lainnya.

RainB hidup selalu di bawah tekanan, apapun yang terjadi dia selalu merasa dunia tak pernah berpihak padanya. Dunia selalu menunjukkan sifat buruknya kepada RainB, dunia yang dia kenal membuatnya percaya bahwa dunia dipenuhi dengan ketidakadilan.

Di sinilah kisah RainB di mulai…

RainB sekarang berusia 19 tahun, usia dimana semua anak remaja mencari jati dirinya. RainB mengalami begitu banyak kesulitan di usianya yang sekarang. Dia melihat banyak anak seusianya mulai menemukan arah dan tujuan hidup mereka, tetapi berbeda dengan RainB dia tak pernah menemukan apa yang seharusnya menjadi miliknya. RainB kian hari semakin muak. Kenapa sekian banyak  manusia yang lahir di muka bumi hanya dia yang berakhir seperti ini. Di saat semua orang telah berlayar untuk mencari dan menemukan pulau kehidupan mereka, RainB hanya terpaku dan membisu di ujung dunia yang tak pernah berhenti membuatnya menghujani dirinya dengan ketakutan dan kegelisahan.

Suatu hari RainB ingin menemukan pintu. Pintu yang bernama Magic Shop. Pintu tersebut bisa mengabulkan segala keinginan, bisa menunjukan jati diri seseorang dan akan memperlihatkan masa depan dari seseorang. RainB bertekad untuk menemukan pintu tersebut. Sebelum menemukannya, RainB harus memecahkan teka teki peta. Di mana peta tersebut menggambarkan jalan hidup yang dia jalani saat ini. RainB harus memecahkan teka teki kehidupan untuk mencapai tujuannya, dimana dia harus melawan rasa takut, kegelisahan, amarah dan egois yang ada dalam dirinya sepanjang jalan tersebut.

Perjalanan pun di mulai, pertama RainB harus mengalahkan ego yang ada dalam dirinya. Itu awal untuk menemukannya siapa dia yang sebenarnya. Langkah demi langkah dia hadapi, RainB melawan rasa malas yang selalu membayanginya, dia selalu dihadapkan oleh hal-hal yang tidak dia sukai selamanya perjalanan ini.

Dalam perjalanan ini memberikan makna bahwa, untuk tujuan yang kita ingin dapatkan, kita harus selalu melawan ego, rasa malas dan hal yang tidak kita sukai selama perjalanan mencari jati diri kita yang sebenarnya. Berikanlah yang terbaik dalam kehidupan ini, Jangan sampai kita menyesali hal-hal yang seharusnya berhak untuk kita dapatkan dalam kehidupan ini.  

RainB melangkah hari demi hari, dia melewati buruknya perjalanan dengan kaki yang mulai merasa lelah, dengan nafas yang mulai terengah-engah. RainB menghadapi monster yang ada dalam dirinya. Di perjalanan,  monster tersebut semakin bertambah besar setiap kali RainB selalu kalah melawan egonya. Yah monster tersebut melambangkan ego yang ada dalam diri RainB. Selama menghadapinya monster tersebut RainB mengetahui bahwa setiap kali ia dikalahkan oleh egonya, semakin  jauh ia dari tujuannya..

Maknanya adalah setiap kita memiliki ego dalam diri kita masing-masing. Terkadang ego memang dibutuhkan, tetapi jangan sampaikan ego menguasai diri kita dan membuat kita menjadi boneka oleh ego kita sendiri. Kita boleh mengedepankan ego, tapi kita juga punya harga diri dan keinginan serta mimpi yang harus diperjuangkan.

Rasa malas menjadi semakin tak terkendali. Sekarang RainB menghadapi rasa malasnya. Dimana dalam perjalanan ini, dia harus melecuti dirinya agar terhindar dari rasa malas. Rasa malas ini dilambangkan dengan tempat singgah sementara bagi pengelana. Dimana tempat ini membuat RainB seakan-akan lupa dengan tujuannya. Tempat ini menyuguhkan segala hal tentang dunia, di mana di dalamnya terdapat banyak hal yang menggoda RainB. Tempat dimana semua orang memilih untuk menjadi penghibur dunia. Tempat ini dipenuhi dengan hiruk-pikuk dunia yang akan menjerumuskan manusia menjadi lalai dan tak menjadi disiplin. Tempat ini dilambangkan surga dunia yang mematikan.  Banyak orang yang terlena oleh surga yang di suguhkan dunia dan sedikit dari orang yang mengerti akan hal itu.

Dunia ini melambangkan banyaknya orang yang berpendidikan tinggi tapi minim akhlak, memiliki harta yang banyak tetapi selalu tak bersyukur, memiliki fasilitas kesehatan yang canggih tetapi banyak yang sakit-sakitan. Banyak orang yang mengerti sesuatu itu salah tapi masih melakukan kesalahan.  Banyak dari mereka yang ingin hidup bahagia tetapi tidak mau membahagiakan. Di tempat ini yang benar menjadi salah dan salah menjadi benar. 

Yaa… itulah dunia, tempat bagi keserakahan manusia.

RainB memutuskan untuk tidak terhipnotis dengan dunia atau tempat ini. Dia tetap menjaga kesadaran diantara gemerlapnya tempat ini. RainB mencoba untuk tetap fokus pada tujuannya. Tidak ada salahnya untuk fokus pada satu tujuan dan mengorbankan kesenangan demi masa depan yang cerah. Menghabiskan masa muda untuk masa tua yang tenang dan membiarkan masalah mencicipi diri untuk kenikmatan di masa tua yang membahagiakan. Tidak ada salahnya jika menikmati badai petir sampai munculnya pelangi yang indah di ujung kehidupan dan tidak ada salahnya mengeluarkan air mata untuk menanti datangnya senyuman.

Semua harus dirasakan agar kita mengetahui bagaimana manisnya kehidupan setelah rasa pahit datang menghampiri. Tuhan tidak akan memberikanmu kebahagiaan tanpa mengenal rasa duka. Tuhan memberikan peta kehidupan yang berbeda dari peta yang lain agar kamu lebih bersyukur bahwa kehidupan yang kamu miliki suatu saat nanti akan membuatmu lupa akan pahitnya kehidupanmu dimasa lalu. Semuanya yang kamu dapatkan dan kamu terima saat ini akan bernilai dimata tuhan dan menggantikannya dengan yang lebih berharga, yaitu kebahagian dan kehidupan yang tak ternilai dan tak pernah kamu duga sebelumnya.

Setelah melewati dan memerangi semua yang ada dalam dirinya, RainB melanjutkan perjalanannya ke tempat yang peta tunjukkan sebelumnya ….

To be continued ...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen Mengeluh Adalah Passion - Alipah Siti Nuradita "Psikologi '2021' Universitas Negeri Padang"

  Mengeluh Adalah Passion Bapak terduduk di teras rumah, meminum kopi yang dibuatnya sendiri. Tersenyum tenang memperlihatkan garis halus tanda kulitnya dimakan waktu. Bapak Suryadi yang sekarang tubuhnya tidak lagi tegap seperti dahulu. Rambut bapak mulai memutih dan lingkaran bawah matanya, kian membesar dari masa kemasa. “Kuliah mas, gimana?” Tanya pria paruh baya saat anaknya itu duduk di sampingnya. Anak sulungnya yang kini beranjak usia dua puluh tahun itu menghela nafas panjangnya, seperti membawa beban begitu berat di pundaknya. Namanya Jagat Dermaga Prabumi. Jagat sedikit jenuh, jujur baginya semester lima ini, membuat sedikit tidak bersemangat. Beban yang dipikul semester lima ini cukup berat. Tugas-tugas yang silih berdatangan beranak pinak pula, tuntutan mata kuliah, pemilihan peminatan atau spesialisasi, dan dibayangi oleh pemilihan tema tugas akhir. Kalau kata Jagat, ‘Tuhan bersama mahasiswa semester lima’ Tatapi Jagat, tidak pernah mengeluh sedikit pun ke...

Puisi Pertemuan Jarak Jauh di Masa Pandemi - Jimmi Carter H. Simagunsong "Kesehatan Masyarakat '2020' STIKes Nurul Hasanah Kutacane"

 Nama: Jimmi Carter H. Simangunsong Mahasiswa : -STIKes Nurul Hasanah Kutacane     -Prodi Kesehatan Masyarakat -Tngkat 2 semester 3   Judul puisi :    Pertemuan Jarak Jauh dimasa Pandemi           "Pertemuan Jarak Jauh dimasa Pandemi"          Oleh : Jimmi Carter H. Simangunsong   Pertemuan Agustus Kutuliskan ceritamu melalui puisiku Saat ini hanya ada pertemuan dari kejauhan Seolah jarak menjadi titik tempuh perjumpaan.   Negaraku sedang tidak baik-baik saja Bangsaku pun sedang rindu sanak saudara Yang katanya Covid-19 yang melanda dunia Memberi luka untuk kita para penghuniNya Serta muda tua berguguran hanya karna pertemuan.   Para pedagang kaki lima tak lagi bertemu dengan para langganannya Serta duduk diam dirumahnya menunggu bantuan dana dari pemerintahNya Pemilik gedung pun harus melihat tertutup nya pintu gedung...

Puisi Permainan Waktu - Resha Yuwanda "Psikologi '2020' Universitas Negeri Padang"

Permainan waktu     Perlahan waktu merenggut segalanya Yang patah mulai tumbuh Yang hilang mulai terganti Yang dekat mulai teralih   Dikala detak enggan berdetik Kaki enggan melangkah Namun aku tak mampu berbalik Tubuh ini terlalu lemah   Kukira pelangi ada dibalik hujan Nyatanya tak pernah muncul Bahkan jingga enggan menyapa Namun tak apa ... Biarkan waktu yang berkata